Cara Menghitung Kebutuhan Atap Rumah

9Sebelum menghitung kebutuhan atap rumah, maka perlu diketahui lebih dahulu luasan dari atap tersebut. Setelah luasan dari atap tersebut diketahui, maka kebutuhan penutup atap (jumlah gentengnya) dapat dihitung dengan mudah.

Nah,….sekarang bagaimanakah caranya untuk menghitung luasan dari sebuah atap ?….

Berikut adalah caranya :

Katakanlah sekarang saya mempunyai rumah dengan model atap Hip Roof (atap perisai) dengan ukuran atap sedemikian rupa, dan rencananya saya akan memakai penutup atap genteng beton dengan ukuran panjang 40 cm  (dimana tiap 1m2 = 11 buah genteng beton). Sudut kemiringan atap sebesar 35o

ATAP GABLE

 

 

 

 

 

 

 

 

PLAN VIEW

Ukuran dari atapnya adalah sebagai berikut :

PLAN ATAP

Nah…Kira-kira saya harus beli barapa buah genteng ya untuk atap saya ini???,..he..he..he

Mudah kok ngitungnya, perhatikan baik-baik ya,..(mohon maaf jika pembahasannya agak sedikit bertele-tele, karena memang pembahasan ini ditujukan terhadap reka-rekan yang belum memahami dan mengerti tentang cara menghitung kebutuhan atap rumah). Ok! mari kita lanjutkan,….

atap genteng 3

dari gambar denah atap diatas, kita bagi menjadi enam segmen luasan atap. Coba anda perhatikan, dari gambar denah atap tersebut terdapat tiga bentuk model bidang tembereng atap.

  1. Yang pertama berbentuk segitiga ( segmen C & F )
  2. Yang kedua berbentuk jajaran genjang ( segmen B & E )
  3. Yang ketiga berbentuk trapesium ( segmen A & D )
  •   Untuk yang berbentuk segitiga ( segmen C & F ), luasannya bisa dicari dengan rumus = 1/2 x alas x tinggi
  •   Untuk yang berbentuk jajaran genjang ( segmen B & E ), luasannya bisa dicari dengan rumus = panjang x lebar tembereng
  •   Untuk yang berbentuk trapesium ( segmen A & D ), luasannya bisa dicari dengan rumus = ( jumlah sisi sejajar x tinggi) / 2

Baiklah, kita akan hitung atap yang berbentuk segitiga dulu ( segmen C & F )

Perhatikan gambar dibawah ini :

SECTION ROOF G

untuk menghitung luas segmen C atau F, kita harus mengetahui dulu panjang tembereng/ jurainya ( lihat garis yang saya beri pake warna merah ), untuk menghitung panjang dari garis tembereng ini kita harus menghitung dulu tinggi dari alas ke Nok ( lihat garis yang saya beri pakai warna biru), dan garis diagonal yang berwarna hijau (lihat gambar diatas).

Ok! sekarang kita akan menghitung dulu tinggi atau panjang dari garis biru tersebut,

menghitung tinggi/ panjang dari garis biru 

atap hif roof section 

L = 6.00 m

tinggi dari garis tersebut adalah :

tan α = ( tinggi dari garis tersebut / setengah panjang L )

tinggi dari garis tersebut = tan α x setengah panjang L

                                    = tan 35o x  (0.5 x 6)

                                    = 2.101 m

tingginya sudah ketemu yaitu sebesar 2.101 m, sekarang kita cari panjang sisi miringnya

atap hif roof8

panjang sisi miring =   2.1012  +   (1/2 L)2

                            =   2.1012  +  (1/2 x 6)2

                            =     3.662 m

 

menghitung panjang dari garis diagonal (warna hijau)

SECTION ROOF D

rumus phytagoras :

panjang garis diagonal warna hijau =   32 +  32

                                                   =    18

                                                   =    4.242 m

menghitung panjang dari garis jurai/tembereng atap (warna merah)

rumus phytagoras :

panjang tembereng =  garis warna biru2 + garis warna hijau2

                            =   2.1012  +  4.2422

                            =   22.409

                            =   4.733 m

Nah….dengan diketahui panjang dari garis tembereng (jurai) ini, maka luasan dari setiap segmen dapat dihitung dengan mudah,

SECTION ROOF F

  • Luas segmen A

Luas segmen A = ( jumlah sisi sejajar x tinggi) / 2

                        = ( ( 9 + 15 ) x 3.662 ) / 2

                        = 43.944 m2

  • Luas segmen B

Luas segmen B =  panjang tembereng  x  alas

                        =  4.733  x  9

                        =  42.597 m2

  • Luas segmen C

Luas segmen C = (alas x tinggi) / 2 = (6 x 3.662) / 2 = 10.986 m2

  • Luas segmen D

Luas segmen D = ( jumlah sisi sejajar x tinggi) / 2

                        = ( ( 4 + 10 ) x 3.662 ) / 2

                        = 25.634 m2

  • Luas segmen E

Luas segmen E =  panjang tembereng  x  alas

                        =  4.733  x  4

                        =  18.932 m2

  • Luas segmen F

Luas segmen F = (alas x tinggi) / 2 = (6 x 3.662) / 2 = 10.986 m2

  • Total Seluruh Luasan

Luas segmen  =  A + B + C + D + E + F

                     =  43.944 + 42.597 + 10.986 + 25.634 + 18.932 + 10.986

                     =  153.079 m2

  • Jumlah Atap Genteng Yang dibutuhkan

- Genteng Beton ( 1m2 = 11 buah )

- Luas Atap = 153.079 m2

- Jumlah atap genteng yang dibutuhkan = 153.079 m2  x  11 buah/m2

                                                          = 1683.689 buah

- dibulatkan menjadi = 1684 buah

 

Sekian dulu ulasan saya,…

Semoga bermanfaat…..

NB : Kalau menghitung atap dengan cara yang saya uraikan diatas, mungkin terasa terlalu panjang dan bertele-tele. Saya punya cara yang lebih praktis lagi dan lebih cepat dari cara yang saya kemukakan diatas, simak posting saya berikutnya di :

“Cara Cepat Menghitung Kebutuhan Atap Rumah”

by : lutfi @ndrian

www.kampustekniksipil.co.cc

 

 

 

            Share:

            10 comments:

            1. Salam kenal mas...makasih mas hitung-hitungannya rinci dan teliti sekali, jadi pingin bikin rumah nich .

              ReplyDelete
            2. Lutfi AndrianMay 14, 2010

              Salam juga dewi, ntar mampir lagi ya....

              ReplyDelete
            3. mas, makasih ya buat artikel ini... bantu saya banget dalam tugas akhir... saya ada pertanyaan mas... setelah saya baca... knp untuk mendapatkan jumlah genteng hanya mengalikan luas atap dengan jml genteng untuk menutup 1m2 dari luas atap...?? bukankah harusnya berbeda..?? karena untuk membuat atap (bagian luar) rumah... biasanya akan berbeda karena akan dilebihkan ukurannya dari ukuran rumah itu sendiri... dari yg saya baca.. bukankah seharusnya luas atap (bagian luar) sama dengan luas atap (bangunan) dikalikan dengan "roof pitch"..??

              ReplyDelete
            4. Terima kasih sebelumnya saya ucapkan atas kunjungan saudara ke blog kecil saya ini.
              baik. akan saya jawab pertanyaan saudara skuld
              1. Untuk menghitung jumlah kebutuhan atap, kita harus tahu dulu luasan dari atap tersebut. Nah...luasan disini yang dimaksud adalah luas dari bidang tembereng. awas ingat lho ya...bidang tembereng / bidang miring. jadi bukan luasan dari bidang yang didapat dari denah atap. Paham to maksud saya.....!. Nah setelah luasannya ketemu berarti tinggal dikalikan saja dengan jumlah genteng dalam 1 meter perseginya (saya rasa uraian saya diposting sudah cukup jelas kok hehehe...). Sebagai contoh, luasan rumah atap saudara adalah 200 m2, dan misalkan saja dalam 1m2 genteng karangpilang terdapat 14 buah genteng. maka anda akan butuh genteng paling tidak sebanyak 200 x 14 = 2800 buah genteng. Nah...kalau dari segi pelaksanaan, biasanya perlu ditambahkan sekitar 5-10% dari total jumlah genteng riil. gunanya apa sih?....gunanya buat jaga-jaga bila ada genteng yang pecah pada waktu pelaksanaan...yah mungkin saja tukangnya ceroboh barangkali. tapi tentu saja kalau bisa pas, jangan dilebihkan jadi gak perlu ngerogoh kocek terlalu dalam hehehe.....
              2. Mungkin maksud kata-kata saudara "dilebihkan dari ukurannya dari ukuran rumah itu" adalah overstek (sosoran) atap. bener apa ndak???. Jika benar.......Lho...kan di gambar saya kan luasannya sudah terhitung bersama dengan luasan overstek atapnya. malah saya proyeksikan ke bentuk visualisasi 3D lho... Coba dilihat lagi......
              3. Terus masalah mengenai luas atap (bagian luar) sama dengan luas atap (bangunan) dikalikan dengan "roof pitch"..??
              Lho....jika luas atapnya sudah ketemu kenapa harus dikalikan dengan roof pitch lagi hehehe......

              Sekian jawaban saya semoga bermanfaat........

              ReplyDelete
            5. briliant..
              ^_^
              keep smngat ngitung...

              ReplyDelete
            6. Salam Kenal and Thx alot atas postingannya ya.... moga makin sukses

              ReplyDelete
            7. Selamat malam mas, terimakasih atas artikelnya di atas. Saya punya gambar denah rumah, tapi masih bingung untuk menggambar bentuk atapnya dan menghitung kebutuhan untuk atap. Kira2 bisa dibantu nggak? mohon info lebih lanjut terima kasih..

              ReplyDelete
            8. @Albertus:
              Okey bisa kok,...
              Pak Albertus tinggal kirimkan denah rumahnya saja,
              Via email di :
              maestromusic.lutfi@gmail.com
              nanti akan saya bantu untuk rencana bentuk/model atapnya...

              ReplyDelete
            9. Makasih mas..... sangat membantu... btw, mas bs ajari saya menghitung kebutuhan kuda2 secara detail? utk dimensinya disamakan saja seperti gambar contoh atap yang di atas saja...
              *hehe...tp klo ga sempet gpp mas

              maturnuwun

              ReplyDelete
            10. Menurut Ane Blognya sudah bagus Gan.. Tapi perlu di Update trus, Maaf cuma saran aja.
              Jangan Lupa Kunjungi Juga Blog Ane yah..



              BLOG KAMPUS SIPIL JUGA DISINI

              ReplyDelete

            Merupakan sebuah kehormatan dan kebahagiaan bagi kami, jika anda berkenan untuk meluangkan waktu sejenak untuk memberikan kritik dan saran bagi blog kecil ini, melalui kotak komentar dibawah ini.

            Cari Artikel

            Follow by Email

            Popular Posts

            Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

            Sobat Kampuz